Po 4 Topologi Jaringan (JARKOM)

Pengertian topologi jaringan komputer

Pengertian topologi jaringan adalah suatu tehnik untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya yang merangkai menjadi sebuah jaringan, dimana penggunaan topologi jaringan didasarkan pada biaya, kecepatan akses data, ukuran maupun tingkat konektivitas yang akan mempengaruhi kualitas maupun efiensi suatu jaringan. Continue reading

PO 2 Jaringan Komunikasi (TL401P)

PERTANYAAN

Tuliskan 7 Perangkat keras jaringan komputer, khususnya perangkat komunikasi yang digunakan untuk jaringan komputer. Berikut tuliskan fungsi dari masing-masing perangkat tersebut.

Jawaban :

ROUTER

1. Router mampu mengirimkan data/ informasi dari satu jaringan ke jaringan lain yang berbeda.
2. Router hampir sama seperti bridge, tapi tidak sepintar dan fleksibel bridge.
Continue reading

Quis STATISTIK ( SPSS LEBIH EFEKTIF)

Menurut saya lebih efektif SPSS. karena, SPSS menyediakan beberapa fasilitas seperti berikut ini:

1. Data Editor. Merupakan jendela untuk pengolahan data. Data editor dirancang sedemikian rupa seperti pada aplikasi-aplikasi spreadsheet untuk mendefinisikan, memasukkan, mengedit, dan menampilkan data

2. Viewer. Viewer mempermudah pemakai untuk melihat hasil pemrosesan, menunjukkan atau menghilangkan bagian-bagian tertentu dari output, serta memudahkan distribusi hasil pengolahan dari SPSS ke aplikasi-aplikasi yang lain.

3. Multidimensional Pivot Tables. Hasil pengolahan data akan ditunjukkan dengan multidimensional pivot tables. Pemakai dapat melakukan eksplorasi terhdap tabel dengan pengaturan baris, kolom, serta layer. Pemakai juga dapat dengan mudah melakukan pengaturan kelompok data dengan melakukan splitting tabel sehingga hanya satu group tertentu saja yang ditampilkan pada satu waktu.

4. High-Resolution Graphics. Dengan kemampuan grafikal beresolusi tinggi, baik untuk menampilkan pie charts, bar charts, histogram, scatterplots, 3-D graphics, dan yang lainnya, akan membuat SPSS tidak hanya mudah dioperasikan tetapi juga membuat pemakai merasa nyaman dalam pekerjaannya.

5. Database Access. Pemakai program ini dapat memperoleh kembali informasi dari sebuah database dengan menggunakan Database Wizard yang disediakannya.
Data Transformations. Transformasi data akan membantu pemakai memperoleh data yang siap untuk dianalisis. Pemakai dapat dengan mudah melakukan subset data, mengkombinasikan kategori, add, aggregat, merge, split, dan beberapa perintah transpose files, serta yang lainnya.

6. Electronic Distribution. Pengguna dapat mengirimkan laporan secara elektronik menggunakan sebuah tombol pengiriman data (e-mail) atau melakukan export tabel dan grafik ke mode HTML sehingga mendukung distribusi melalui internet dan intranet.

7. Online Help. SPSS menyediakan fasilitas online help yang akan selalu siap membantu pemakai dalam melakukan pekerjaannya. Bantuan yang diberikan dapat berupa petunjuk pengoperasian secara detail, kemudahan pencarian prosedur yang diinginkan sampai pada contoh-contoh kasus dalam pengoperasian program ini.
Akses Data Tanpa Tempat Penyimpanan Sementara. Analisis file-file data yang sangat besar disimpan tanpa membutuhkan tempat penyimpanan sementara. Hal ini berbeda dengan SPSS sebelum versi 11.5 dimana file data yang sangat besar dibuat temporary filenya.

8. Interface dengan Database Relasional. Fasilitas ini akan menambah efisiensi dan memudahkan pekerjaan untuk mengekstrak data dan menganalisnya dari database relasional.
9. Analisis Distribusi. Fasilitas ini diperoleh pada pemakaian SPSS for Server atau untuk aplikasi multiuser. Kegunaan dari analisis ini adalah apabila peneliti akan menganalisis file-file data yang sangat besar dapat langsung me-remote dari server dan memprosesnya sekaligus tanpa harus memindahkan ke komputer user.

10. Multiple Sesi. SPSS memberikan kemampuan untuk melakukan analisis lebih dari satu file data pada waktu yang bersamaan.

11. Mapping. Visualisasi data dapat dibuat dengan berbagai macam tipe baik secara konvensional atau interaktif, misalnya dengan menggunakan tipe bar, pie atau jangkauan nilai, simbol gradual, dan chart.

Menu yang terdapat pada SPSS adalah :
1. FILE
Untuk operasi file dokumen SPSS yang telah dibuat, baik untuk perbaikan pencetakan dan sebagainya. Ada 5 macam data yang digunakan dalam SPSS, yaitu :
1. Data : dokumen SPSS berupa data
2. Systax : dokumen berisi file syntax SPSS
3. Output : dokumen yang berisi hasil running out SPSS
4. Script : dokumen yang berisi running out SPSS
5. Database
♠ NEW : membuat lembar kerja baru SPSS
♠ OPEN : membuka dokumen SPSS yang telah ada
Secara umum ada 3 macam ekstensi dalam lembar kerja SPSS, yaitu :
1. *.spo : file data yang dihasilkan pada lembar data editor
2. *.sav : file text/obyek yang dihasilkan oleh lembar output
3. *.cht : file obyek gambar/chart yang dihasilkan oleh chart window
♠ Read Text Data : membuka dokumen dari file text (yang berekstensi txt), yang bisa dimasukkan/dikonversi dalam lembar data SPSS
♠ Save : menyimpan dokumen/hasil kerja yang telah dibuat.
♠ Save As : menyimpan ulang dokumen dengan nama/tempat/type dokumen yang berbeda
♠ Page Setup : mengatur halaman kerja SPSS
♠ Print : mencetak hasil output/data/syntaq lembar SPSS
Ada 2 option/pilihan cara mencetak, yaitu :
– All visible output :mencetak lembar kerja secara keseluruhan
– Selection : mencetak sesuai keinginan yang kita sorot/blok
♠ Print Preview : melihat contoh hasil cetakan yang nantinya diperoleh
♠ Recently used data: berisi list file data yang pernah dibuka sebelumnya.
♠ Recently used file : berisi list file secara keseluruhan yang pernah dikerjakan

2. EDIT
­Untuk melakukan pengeditan pada operasi SPSS baik data, serta pengaturan/option untuk konfigurasi SPSS secara keseluruhan.
♠ Undo : pembatalan perintah yang dilakukan sebelumnya
♠ Redo : perintah pembatalan perintah redo yang dilakukan sebelumnya
♠ Cut : penghapusan sebual sel/text/obyek, bisa dicopy untuk keperluan tertentu dengan perintah dari menu paste
♠ Paste : mempilkan sebua sel/text/obyek hasil dari perintah copy atau cut
♠ Paste after : mengulangi perintah paste sebelumya
♠ Paste spesial : perintah paste spesial, yaitu bisa konvesri ke gambar, word, dll
♠ Clear : menghapusan sebuah sel/text/obyek
♠ Find : mencari suatu text
♠ Options : mengatur konfigurasi tampilan lembar SPSS secara umum

3. VIEW
Untuk pengaturan tambilan di layar kerja SPSS, serta mengetahu proses-prose yang sedang terjadi pada operasi SPSS.
♠ Status Bar : mengetahui proses yang sedang berlangsung
♠ Toolbar : mengatur tampilan toolbar
♠ Fonts : untuk mengatur jenis, ukuran font pada data editor SPSS
– Outline size : ukuran font lembar output SPSS
– Outline font : jenis font lembar output SPSS
♠ Gridlines : mengatur garis sel pada editor SPSS
♠ Value labels : mengatur tampilan pada editor untuk mengetahui value label
4. DATA
Menu data digunakan untuk melakukan pemrosesan data.
♠ Define Dates : mendefinisikan sebuah waktu untuk variable yang meliputi jam, tanggal, tahun, dan sebagainya
♠ Insert Variable : menyisipkan kolom variable
♠ Insert case : menyisipkan baris
♠ Go to case : memindahkan cursor pada baris tertentu
♠ Sort case : mengurutkan nilai dari suatu kolom variable
♠ Transpose : operasi transpose pada sebuah kolom variable menjadi baris
♠ Merge files : menggabungkan beberapa file dokumen SPSS, yang dilakukan dengan penggabungan kolom-kolom variablenya
♠ Split file : memecahkan file berdasarkan kolom variablenya
♠ Select case : mengatur sebuah variable berdasarkan sebuah persyaratan tertentu
5. TRANSFORM
Menu transform dipergunakan untuk melakukan perubahan-perubahan atau penambahan data.
♠ Compute : operasi aritmatika dan logika untuk
♠ Count : untuk mengetahui jumlah sebuah ukuran data tertentu pada suatu baris tertentu
♠ Recode : untuk mengganti nilai pada kolom variable tertentu, sifatnya menggantikan (into same variable) atau merubah (into different variable) pada variable baru
♠ Categorize variable : merubah angka rasional menjadi diskrit
♠ Rank case : mengurutkan nilai data sebuah variabel
6 6. ANALYSE
Menu analyse digunakan untuk melakukan analisis data yang telah kita masukkan ke dalam komputer. Menu ini merupakan menu yang terpenting karena semua pemrosesan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan menu correlate, compare mens, regresion.
7 7. GRAPH
Menu graph digunakan untuk membuat grafik, diantaranya ialah bar, line, pie, dll
8 8. UTILITIES
Menu utilities dipergunakan untuk mengetahui informasi variabel, informasi file, dll
9 9. AD-ONS
Menu ad-ons digunakan untuk memberikan perintah kepada SPSS jika ingin menggunakan aplikasi tambahan, misalnya menggunakan alikasi Amos, SPSS data entry, text analysis, dsb
1 10. WINDOWS
Menu windows digunakan untuk melakukan perpindahan (switch) dari satu file ke file lainnya
1 11. HELP
Menu help digunakan untuk membantu pengguna dalam memahami perintah-perintah SPSS jika menemui kesulitan
TOOL BAR : Kumpulan perintah – perintah yang sering digunakan dalam bentuk gambar.
POINTER : Kursor yang menunjukkan posisi cell yang sedang aktif

Tugas 6 (Sistem Operasi SL501E)

1. Jelaskan proses serentak yang bergantian.
2. Jelaskan kerja processor pada proses serentak.
3. Jelaskan status proses prioritas dan preempsi.
4. Jelaskan status proses penjadwalan jangka panjang dan jangka pendek.
5. Jika diketahui masing-masing TA1, TA2, TA3= 5 detik dan TB1, TB2, TB3= 3 detik maka hitung kerja processor untuk mengetahui Tr, Wt, Rt, dan Rp dimana lama proses = 10 detik.

Jawaban :

1. Proses Serentak Berpenggal

Pada prosesor tunggal, proses serentak bukan merupakan proses paralel. Pada prosessor tunggal proses serentak berarti pelaksanaan proses serentak berarti pelaksanaan proses dilaksanakan secara bergantian secara sepenggal.

image 2. Kerja Prosesor pada Proses Serentak

image

3.- Prioritas adalah Proses yang memiliki prioritas lebih tinggi harus didahulukan dengan diletakkan pada antrian terdepan dan menuggu proses yang sedang berlangsung selesai, untuk kemudian proses dengan prioritas tersebut dilayani oleh prosessor

-Preempsi adalah Proses yang memiliki preempsi akan langsung diletakkan di depan pada antrian dan menghentikan kerja prosessor yang sedang mengolah proses, mengeluarkan proses tersebut dari dalam prosessor sehingga proses yang dengan preempsi dapat dilayani

4.

Penjadwalan jangka panjang , mengengah dan pendek

Penjadwalan jangka panjang , mengengah dan pendek

5. Hitung kerja prosesor dari Tr, Wt, Rt, Rp jika lama proses 10 detik.

Tr = Ti : t
Ta = Ta1 + Ta2 + Ta3 = 5 + 5 + 5 = 15 Detik (5×3 = 15 Detik)
Tb = Tb1 + Tb2 + Tb3 = 3 + 3 + 3 = 9 Detik (3×3 = 9 Detik)
Ti = Ta + Tb = 15 + 9 = 24
N = 6
Tr = Ta + Tb : N
Tr = 24 : 6
Tr = 4
Wt = Ti – t
Wt = 24 – 10 Detik
Wt = 14
Rt = t : Ti
Rt = 10 : 24
Rt = 0, 41
Rp = Ti : t
Rp = 24 : 10
Rp = 2, 4
Jadi Didapat

Tr = 4
Wt = 14
Rt = 0, 41
Rp = 2, 4

Tugas 5 (Sistem Operasi SL501e)

1. Jelaskan status proses menurut SILBERSCHATZ dan TANENBAUM.

2. Jelaskan perbedaan tugas / task dan proses penggunaan processor.

3. Buatlah diagram penghentian proses terkait dengan penggunaan CPU.

4. Jelaskan penjadwalan jangka pendek dan jangka panjang terhadap penggunaan processor.

Jawab
1. Menurut Silberschatz, suatu proses adalah lebih dari sebuah kode program, yang terkadang disebut text section. Tanenbaum juga berpendapat bahwa proses adalah sebuah program yang dieksekusi yang mencakup program counter, register, dan variabel di dalamnya.

2. Tugas atau proses berasal dari bagian program.
Jenis tugas atau proses bergantung kepada jenis program, yaitu ;
Tugas atau proses sistem
Tugas atau proses aplikasi
Adapun hal-hal yang termasuk proses penggunaan CPU (processor) diantaranya: php, cron job, mysql, http, dll.
Dalam prosesnya faktor-faktor tersebut memang saling berkaitan, tidak berdiri sendiri, tetapi beban faktor-faktor tersebut terhadap penggunaan processor sangat tergantung kepada tipe web yang diinstall.

3.

diagram penghentian proses terkait dengan penggunaan CPU.

diagram penghentian proses terkait dengan penggunaan CPU.

4. Penjadwalan Jangka-Panjang
Penjadwalan jangka-panjang merupkan keputusan untuk menambahkan program yang akan dieksekusi ke pool. Penjadwalan jangka-panjang menentukan program yang mana diakui sebagai sistem untuk diproses. Jadi, penjadwalan jangka-panjang mengontrol derajat multiprogramming (jumlah proses yang berada di dalam memori). Sekali diakui, sebuah tugas atau program pengguna menjadi proses dan ditambahkan ke antrian untuk penjadwalan-pendek. Dalam beberapa sistem, proses diciptakan baru saja dimulai pada kondisi swapped-out, dakan kasus dimana proses ditambahkan ke antrian untuk penjadwalan jangka-menengah.

Penjadwalan Jangka-Pendek
Penjadwalan Jangka-Pendek merupakan keputusan sebagai proses tersedia yang mana yang akan dieksekusi oleh prosesor. Penjadwalan tingkat tinggi mengeksekusi relatif jarang dan membuat keputusan secar garis besar saja tnentang diambilnya atau tidaknya suatu proses baru, dan mana yang akan diambil. Penjadwalan jangka-pendek ayng juga mengenal sebagai dispatcher sering kali mengeksekusi dan membuat keputusan yang lebih detail tentang tugas yang akan dieksekusi berikutnya.

TM 3 pertemuan 4 (Sistem Operasi SL501e)

1. Jelaskan perkembangan sistem operasi yang diimplementasikan di setiap generasi komputer.

2. Jelaskan perbedaan antara batch multiprogramming operation, time sharing operation, dan real time operation.

3. Buatlah diagram processor dan jelaskan proses kerjanya.

Jawab.

1. > Generasi Pertama (1945-1955)
Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti sistem komputasi mekanik, hal itu disebabkan kecepatan manusia untuk menghitung terbatas dan manusia sangat mudah untuk membuat kecerobohan, kekeliruan bahkan kesalahan. Pada generasi ini belum ada sistem operasi, maka sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung.

>Generasi Kedua (1955-1965)
Generasi kedua memperkenalkan Batch Processing System, yaitu Job yang dikerjakan dalam satu rangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan.Pada generasi ini sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi, tetapi beberapa fungsi sistem operasi telah ada, contohnya fungsi sistem operasi ialah FMS (Fortran Monitoring System) dan IBSYS. Jadi generasi komputer kedua ini merupakan generasi pertama dari sistem Operasi.

>Generasi Ketiga (1965-1980)
Pada generasi ini perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai sekaligus, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer, maka sistem operasi menjadi multi-user (di gunakan banyak pengguna sekaligus) dan multi-programming (melayani banyak program sekaligus).

>Generasi Keempat (Pasca 1980an)
Dewasa ini, sistem operasi dipergunakan untuk jaringan komputer dimana pemakai menyadari keberadaan komputer-komputer yang saling terhubung satu sama lainnya. Pada masa ini para pengguna juga telah dinyamankan dengan Graphical User Interface yaitu antar-muka komputer yang berbasis grafis yang sangat nyaman, pada masa ini juga dimulai era komputasi tersebar dimana komputasi-komputasi tidak lagi berpusat di satu titik, tetapi dipecah dibanyak komputer sehingga tercapai kinerja yang lebih baik.

>Generasi Selanjutnya
Pada generasi selanjutnya diperkenalkan Sistem Operasi yang berada dalam sebuah Sistem Operasi, ini adalah contoh sebuah Sistem Operasi berbasikan Website yang berkerja di dalam sebuah Sistem Operasi. Dan generasi selanjutnya diperkenalkanlah Sistem Operasi bergerak (Mobile) pada perangkat bergerak seperti : PDA, Poket PC, dan lain sebagainya. Di generasi selanjutnya diperkenalkan juga teknologi Sistem Operasi jaringan yang sifatnya virtual, sehingga dalam 1 jaringan hanya diinstal 1 buah Sistem Operasi pada Perangkat yang bertugas menjadi Server. Selain itu, diperkenalkan pula Cross Platform Operating System yang artinya dapat menggabungkan 2 Sistem Operasi berbeda seperti : Linux dan Windows.

2. >Batch multiprogramming operation
Batch multiprogramming operation, sistem operasi dapat melayani lebih dari satu program dalam bentuk tumpukan (batch).

>Time Sharing Operation
Hampir sama dengan multiprogramming operation. Perbedaan sistem operasi time sharing operation ini dengan batch multiprogramming operation adalah pada kecepatan giliran prosessor untuk melayani semua pemakai.

>Real-time programming operation
Pada real-time programming operation, begitu ada data masuk maka prosessor harus segera mengolah data itu, Sedangkan pada operasi batch multiprogramming operation dan time sharing operation data yang masuk tidak langsung diolah, tergantung apakah pekerjaan pengolahannya sedang berada pada posisi dimana prosessor harus mengerjakannya.

3. Penjelasan Gambar di atas :
Prinsip kerjanya adalah mengolah suatu data masukan, yang kemudian hasil olahan tersebut akan menghasilkan keluaran yang dikehendaki. Proses pengolahan datanya dapat difungsikan sesuai dengan instruksi yang diprogramkan . Masing – masing mikroprosesor memiliki bahasa pemrograman yang berbeda-beda. Namun secara prinsip, dasar dari tiap mikroprosesor adalah sama. Tiap Mikroprosesor memiliki satu bus data, satu bus alamat dan satu bus kendali. Dalam mikroprosesor terdapat suatu unit untuk mengerjakan fungsi – fungsi logika dan aritmetika, register – register untuk menyimpan data sementara dan unit pengendalian .
Bus data terdiri biasanya 4, 8, 16 atau 32 jalur (bit), 64 bit, tergantung dari jenis mikroprosesornya. Bus data berfungsi memuat data dari dan ke mikroprosesor. Arah panah menunjukkan arah data dikirim/diterima.
Bus alamat merupakan bus yang berisi alamat – alamat yang datanya akan dikirim / diterima oleh mikroprosesor.
Bus kendali digunakan untuk mensinkronkan kerja antara mikroprosesor dengan dunia luar sistem. Pada beberapa aplikasi ada yang disebut dengan istilah jabat tangan, seperti misalnya pada penerapan hubungan dengan pencetak (printer).
Dalam sistem kerjanya mikroprosesor didukung oleh unit memori (untuk menyimpan program tetap/sementara dan menyimpan data), unit masukan dan keluaran yang berfungsi sebagai antar muka dengan dunia luar. Catu daya, rangkaian pembangkit detak (clock), rangkaian pengawasandi(address decoder), penyangga (buffer) dan penahan (latch) juga diperlukan mikroprosesor untuk mendukung operasi kerja sebagai satu rangkaian yang solid.

Tugas 1 (SISTEM OPERASI SL501E)

Soal : 123, 124, 654, 456, 987

Rubah ke Biner : Biner ke Oktal, Oktal ke Hexsadesimal

Jawab :

Pertama, Rubah dari desimal ke Biner :

123 = 01111011

124 = 01111100

654 = 10 1000 1110

456 = 1 1100 1000

987 = 11 1101 1011

Caranya, untuk konversi bilangan desimal kedalam bentuk biner, setiap bilangan biner tersebut harus dibuat pangkat 2, contoh :

Pangkat : 128 64 32 16 8 4 2 1

123 = 0 1 1 1 1 0 1 1

124 = 0 1 1 1 1 1 0 0

Pangkat : 1024 512 256 128 32 16 8 4 2 1

654 Des = 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0

Kelipatan = 512 256 128 32 16 8 4 2 1

456 Des = 1 1 1 0 0 1 0 0 0

Pangkat : 1024 512 256 128 32 16 8 4 2 1

987 Des = 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1

Kedua, Rubah dari Biner ke Oktal :

01111011 = 173 Oktal

01111100 = 174 Oktal

10 1000 1110 = 1116 Oktal

1 1100 1000 = 610 Oktal

11 1101 1011 = 1633 Oktal

Caranya, untuk konversi bilangan Biner kedalam bentuk Oktal, Pisahkan bilangan Biner disebelah kanan menjadi tiga bagian, dan hitung bilangan biner tersebut kedalam bentuk desimal :

01|111|011 = 173 Oktal

01|111|100 = 174 Oktal

1|0 10|00 1|110 = 1116 Oktal

1 11|00 1|000 = 610 Oktal

1|1 11|01 1|011 = 1633 Oktal

Ketiga, Rubah bilangan Oktal ke Hexadesimal :

173 Oktal = 7B Hexa

174 Oktal = 7C Hexa

1116 Oktal = 28E Hexa

610 Oktal = 1C8 Hexa

1633 Oktal = 3DB Hexa

Caranya, Untuk konversi bilangan Oktal kedalam bentuk Hexadesimal, kita konversikan terlebih dulu ke biner, baru kemudian dari biner ke Hexa :

1. 173 Oktal = 01111011

0111|1011 BIT = 7 B Hexa

2. 174 Oktal = 01111100

0111|1100 BIT = 7 C Hexa

3. 1116 Oktal = 10 1000 1110

10 | 1000 | 1110 BIT = 2 8 E Hexa

4. 610 Oktal = 1 1100 1000

1 | 1100 | 1000 BIT = 1 C 8 Hexa

5. 1633 Oktal = 11 1101 1011

11 | 1101 | 1011 BIT = 3 D B Hexadesimal

TUGAS 7 kuis (Sistem Operasi SL501E)

JAWABAN TUGAS 7

CPU adalah komponen yang terkait menjadi satu kesatuan

2. Hardware , Software & Brainware

3. Aritmatic & Logical unit (ALU) , control unit , main memory (main storage)

4.

5. PROM (Programmable ROM)

6. EEPROM (Electrically Erasable Programmable ROM)

7.

8. MAR

9. register instruksi (IR)

10. data bus

11. switching

12. pengalihan proses & pengalihan konteks

13. a. Pembuatan dan penghapusan file.
b. Pembuatan dan penghapusan direktori.
c. Primitif-primitif yang mendukung untuk manipulasi file dan direktori.
d. Pemetaan file ke memori sekunder.
e. Backup file ke media penyimpanan yang stabil (nonvolatile).

14. Sistem interaktif & Sistem waktu nyata

15.- dengan jumlah job pemakai yang dapat dieksekusi dalam satu unit/interval waktu.
-Sasaran penjadwalan adalah memaksimalkan jumlah job yang diproses per satu interval waktu.
-Lebih tinggi angka throughput, lebih banyak kerja yang dilakukan sistem.

16. a. Pencacah program / program counter (PT) berisi alamat awal program pada memori kerja yang disesuaikan dengan isinya di memori kerja

b. Register alamat / address register (RA) = pencacah program / program counter (PT), alamat memori pencacah program / program counter (PT) diteruskan ke register alamat / address register (RA)

c. Register alamat / address register (RA)  register data (RD), isi program diambil dari memori kerja dan diletakkan di register data (RD)

d. Register instruksi (RI) = register data (RD), dari RD program diteruskan ke RI

e. Pencacah program / program counter (PT) = pencacah program / program counter (PT) + 1, pencacah untuk melanjutkan siklus berikutnya

f. Go to point b

17. multiprograming

18. Distributed processing

19. a. New: status yang dimiliki pada saat proses baru saja dibuat.

b. Running: status yang dimiliki pada saat instruksi-instruksi dari sebuah proses dieksekusi.

c. Waiting: status yang dimiliki pada saat proses menunggu suatu event (contohnya: proses I/O).

d. Ready: status yang dimiliki pada saat proses siap untuk dieksekusi oleh prosesor.

e. Terminated: status yang dimiliki pada saat proses telah selesai dieksekusi

20. Penjadwalan Jangka-Panjang
Penjadwalan jangka-panjang merupkan keputusan untuk menambahkan program yang akan dieksekusi ke pool. Penjadwalan jangka-panjang menentukan program yang mana diakui sebagai sistem untuk diproses. Jadi, penjadwalan jangka-panjang mengontrol derajat multiprogramming (jumlah proses yang berada di dalam memori). Sekali diakui, sebuah tugas atau program pengguna menjadi proses dan ditambahkan ke antrian untuk penjadwalan-pendek. Dalam beberapa sistem, proses diciptakan baru saja dimulai pada kondisi swapped-out, dakan kasus dimana proses ditambahkan ke antrian untuk penjadwalan jangka-menengah.

21. CPU

22.

MULTIMEDIA

Nama Kelompok :
Deny Pangestu Gunawan
Devy Rositarini
Erli Agustriani

Mavib 1

Perkembangan Multimedia

Dewasa ini , multimedia berkembang dengan pesat di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah dengan meroketnya satelit DBS. Pada awal 1993, Satelindo menjadi perusahaan swasta pertama yang terjun di bisnis layanan satelit ketika meluncurkan Satelit Palapa C1, Satelit Palapa C1, lalu C2. Satelit-satelit ini telah digunakan secara luas oleh beberapa negara ASEAN. Continue reading